Ayam Lokal Indonesia dengan Kualitas Dunia

K ementerian Pertanian melalui Di rek – tur Jenderal Peternakan dan Ke – sehatan Hewan (PKH), I Ketut Diar – mita, melepas ekspor perdana 25.920 bu tir telur tetas ayam ULU 101 ke Myanmar di Terminal Kargo 510 Bandara SoekarnoHatta, Tangerang (24/4). Rencananya, pada 2018 akan ada total sebanyak 225 ribu butir telur yang diekspor. “Ekspor telur tetas ini bukti Indonesia bisa ikut bersaing dengan negara lain dalam pengembangan teknologi persilangan unggas,” ujarnya.

pengembangan lokal

PT Unggas Lestari Unggul (ULU) meru – pa kan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berdiri pada 27 Mei 2015. UMKM ini, menjalankan kegiatan usaha pelestarian dan pengembangan ayam lokal Indonesia. Salah satu yang dikembangkan adalah persilangan ayam pelung dengan ayam lokal Perancis. Hasil persilangan dinamakan ayam ULU. “Ayam ULU merupakan ayam komersial hasil akhir stok silang jantan dan betina indukan dengan produktivitas tinggi,” terang Sahudin, Pemimpin PT ULU. UMKM ini awalnya me – ngum pulkan ayam pelung dari penang kar an di Cianjur, Jawa Barat. Kemudian ayamayam tersebut dikembangbiakkan dan diseleksi untuk men dapat kan keturunan se – suai yang diharapkan.

Pro ses tersebut dilakukan di breeding farm PT ULU di Desa Cira – cas, Kecamatan Kiarapedes, Kabu pa ten Purwakarta, Jawa Barat. Di lokasi itu, ada dua farm,yaitu farm pem – bibitan dan farm budidaya ayam pe lung. Farm budidaya ayam pelung terdiri dari empat kandang dan enam kandang persilangan ayam pelung dengan ayam lokal Perancis. Masing-masing kandang ber – kapasitas maksimum 4.000 ekor induk. Saat ini, kapasitas pro duksi DOC ayam ULU berkisar 1,5 juta ekor/tahun dengan proyeksi peningkatan produksi menjadi 2,2 juta ekor/ tahun pada 2018 dan 4,8 juta ekor untuk 2019. PT ULU me laku kan semua pro ses persilangan se – suai Good Breeding Prac – tices dan dengan peng – awas an kesehatan yang ketat.

Keunggulan

ULU 101 merupakan ayam hibrida pe daging dengan kualitas unggul dan konsisten. Standar pembibitan, pemeliha ra an, dan pemotongan ayam nya tinggi kare na mengedepankan biosekuriti serta didukung rumah potong ayam mo – dern yang bersertifikat halal dan ber-Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Karkas ayam ULU aman untuk dikonsumsi lantar an sudah mendapatkan sertifikat bebas re si du hormon dan antibiotika dari Ditjen PKH. Menurut Erik Lesmana, Kepala Humas PT ULU, ayam ULU 101 memiliki tekstur dan rasa daging yang khas. Juga memiliki performa lebih baik diban ding ayam kampung, ayam pejantan, dan ayam joper. “Pe – ter nak bu tuh waktu 50-55 hari untuk pembesaran un tuk mencapai bobot panen 0,9- 1,0 kg,” terang Erik. Produk ayam ULU me mang dipersiapkan untuk me nyongsong pa sar be bas ASEAN (MEA). Peng usaha di Indo ne sia mencoba menangkap pe luang eks por dengan bersaing di pasar internasional. Eks pansi pasar PT ULU akan te rus berlanjut. “Myan mar se ba gai pembuka. Selan – jut nya kami akan masuk ke Ma lay sia, Singapura, dan Timor Leste,” beber Sahudin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *